Kamis, 28 Oktober 2010

Waktu Pun Menangis


Dinginya salju masih kurasakan
Siulan angin masih dapat kupastikan
Gambarmu masih jelas kutatap
Namun petikan suaramu telah redup

Pesonamu terlanjur membawaku dalam mimpi
Hingga tak mampu lagi kukembali
Kini kau telah sepi
Tinggal aku yang sendiri menepi

Aku tak pernah tau kau dimana
Andai angin malam dapat berkata
Pasti dia kan bercerita tentangku
Tentang aku yang merindumu

Aku selalu menantimu
Kan kunanti engkau yang di sana
Hingga waktupun menangis
Hingga hariku pun pupus

0 komentar:

Posting Komentar

Tulislah apa yang ingin Kamu tulis mengenai Artikel & Blog ini...

KumpulBlogger

Template by:

Free Blog Templates